CatatanSenjaNews, (6/8/2026) | Di tengah gejala penurunan elektabilitas melanda hampir seluruh partai politik dalam koalisi Pemerintahan Prabowo Subianto, muncul satu fenomena mencolok naiknya kepercayaan terhadap Partai Solidaritas Indonesia. 

Sebagaimana dikemukakan pengamat politik ternama, yakni Ray Rangkuti di media sosial miliknya. 

"Hanya PSI partai yang mengalami kenaikan elektabilitas di koalisi pemerintahan Prabowo," tulis Pendiri Lingkar Madani. 

Sedangkan Efriza menanggapi kenaikan elektabilitas PSI saat parpol koalisi lain alami penurunan. 

"Kenaikan elektabilitas itu berpotensi meningkatkan kewaspadaan bagi partai-partai koalisi. Partai yang selama ini mengandalkan pemilih muda dan warga perkotaan kemungkinan memberikan akan memberi perhatian besar," beber Peneliti Senior Citra Institute. 

Berdasarkan temuan SMRC dilakukan pada tanggal 5 sampai 19 Juli 2026 melalui wawancara telepon dan tatap muka. 

Survei SMRC barusan melibatkan 749 responden di Indonesia berusia 17 tahun keatas, dipilih secara acak menggunakan metode double sampling. 

Toleransi kesalahan survei atau biasa disebut margin of error, kurang lebih 3,7 persen, tingkat kepercayaan 95 persen. 

MENURUT TEORI KESEIMBANGAN PARTAI ANTHONY DOWNS

Tercatat dalam survei SMRC ini bukanlah kebetulan, melainkan sesuai sepenuhnya dengan mekanisme pemikiran Anthony Downs dalam bukunya An Economic Theory of Democracy (1957).

Pertama — Semua turun, maka yang paling sedikit turun = naik relatif.

Kedua — Posisi partai menentukan pergerakan suara.

Ketiga — Pemilih membandingkan, bukan menilai sendirian.

Fenomena kenaikan elektabilitas PSI di tengah penurunan seluruh partai koalisi bukanlah anomali. 

Ini adalah bukti berjalan dari Teori Keseimbangan Partai Anthony Downs. 

Pemilih tidak keluar dari koalisi secara massal, tetapi mereka melakukan penataan ulang pilihan di dalamnya. 

Mereka sebenarnya tidak meninggalkan partai paling melekat pada pemerintahan, melainkan berpindah ke partai yang paling relatif bersih.

Ray Rangkuti mencatat fakta tersebut, serta Efriza memperingatkan dampaknya.

Namun Anthony Downs telah menjelaskan alasannya sejak puluhan tahun lalu, yaitu pemilih selalu memilih yang paling tidak buruk di antara pilihan tersedia. 

Dan saat ini, di dalam koalisi pemerintahan Prabowo Subianto, saat melihat tren, jujur dikatakan PSI adalah yang paling tidak buruk. Itulah sebabnya ia naik.

ALASAN MENDASAR MENGAPA HANYA PSI NAIK

1. Tidak disalahkan atas kinerja pemerintahan

2. Tetap menjaga sikap kritis

3. Menjadi alternatif yang terlihat lebih bersih

4. Sasaran pemilihnya paling cepat bergerak

5. Tidak memikul beban harapan berlebihan

6. Pesannya konsisten dan tidak berubah arah

7. Posisinya strategis, dekat tapi tidak terbakar

Secara sederhana, Partai besar jatuh karena rakyat kecewa kepada kekuasaan. PSI naik karena rakyat mencari alternatif yang masih ada di dalam lingkaran serupa, namun yang terlihat belum ternoda. (Penulis - Deon)