CATATANSENJANEWS.COM | Italia resmi menghibahkan kapal induk ITS Giuseppe Garibaldi kepada Indonesia untuk memperkuat komposisi kekuatan TNI AL, dengan target tiba sebelum 5 Oktober 2026 pada HUT TNI mendatang.
Kapal buatan Fincantieri tersebut akan difungsikan sebagai flagship dan pusat helikopter/nirawak, terutama untuk OMSP seperti penanggulangan bencana.
Poin- Poin penting mengenai kapal induk Giuseppe Garibaldi
- Spesifikasi Utama
Panjang 180,2 meter, dengan kecepatan maksimal 30 knot (sekitar 56 km/jam) dan bobot sekitar 13.800 ton.
- Kemampuan
Kapal ini memiliki helideck yang mampu menampung hingga enam helikopter atau lebih, serta dilengkapi kemampuan STOVL (Short Take-Off and Vertical Landing).
- Persenjataan
Dipersenjatai dengan rudal anti-pesawat (Oktupel MK29 Sea Sparrow), meriam kembar Oto Melara 40L70 Dardo, rudal anti-kapal Otomat MK2SM, dan tabung torpedo.
- Fungsi dan Operasional
Fokus utama adalah OMSP (penanggulangan bencana/kemanusiaan), komando, dan kendali, serta akan menjalani retrofit (penyesuaian teknis) agar sesuai dengan kebutuhan operasional TNI AL.
- Hibah Government to Government
Meskipun dihibahkan, Indonesia tetap menanggung biaya retrofit dan pemeliharaan, dengan estimasi nilai pengadaan (termasuk penyesuaian) sekitar $450 juta atau Rp7,45 Triliun.
Kesimpulan
- Status Pengadaan
Kapal ini dikonfirmasi oleh Kementerian Pertahanan RI sebagai hibah murni (tanpa biaya akuisisi unit) dari pemerintah Italia.
- Estimasi Biaya
Meskipun unitnya gratis, Indonesia mengalokasikan anggaran sekitar Rp7,2 triliun hingga Rp7,5 triliun ($450 juta) untuk proses retrofit, modernisasi, dan penyesuaian teknis agar sesuai dengan standar operasional TNI AL.
- Fungsi Strategis
TNI AL akan memfokuskan penggunaan kapal ini untuk Operasi Militer Selain Perang (OMSP), khususnya sebagai pusat komando penanggulangan bencana dan bantuan kemanusiaan, serta memperkuat proyeksi kekuatan maritim di kawasan.
- Posisi Regional
Kehadiran kapal ini akan menjadikan Indonesia sebagai negara Asia kelima (dan kedua di Asia Tenggara setelah Thailand) yang mengoperasikan kapal induk.