CatatanSenjaNews, Jakarta (29/7/2026) | Gerakan Pemuda Marhaenis (GPM) menegaskan peran strategis pemuda dalam pembangunan bangsa, bukan sekadar menjadi penonton melainkan sebagai penggerak utama turut menyumbangkan gagasan nyata. 

Pernyataan ini disampaikan Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat GPM, Putra Naibaha, menyusul pertemuan jajaran pimpinan organisasi dengan Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka.

“Pemuda harus hadir bukan hanya sebagai penonton, tetapi sebagai penggerak, mitra strategis pemerintah, dan bagian dari solusi bagi kemajuan bangsa,” tegasnya dalam keterangan tertulisnya disebarkan melalui kanal resmi organisasi.

Lebih lanjut, ia menyampaikan keoptimisan dirasakan seluruh kader GPM melihat Wakil Presiden saat ini adalah sosok anak muda penuh semangat. 

Hal ini membuat pihaknya merasa terwakili, sekaligus memercayai bahwa pintu partisipasi pemuda untuk menjadi pemimpin bangsa semakin terbuka lebar.

“Kita tahu bahwa Wakil Presiden saat ini adalah seorang anak muda yang bersemangat sehingga kami DPP GPM pun merasa terwakili bahwa anak muda juga bisa menjadi salah satu pemimpin bangsa ini,” tambahnya.

Pertemuan ini menjadi momen penting yang memperkuat semangat Marhaenisme, di mana pemuda diposisikan sebagai pelaku utama perubahan yang berpihak pada rakyat banyak. 

GPM juga menegaskan akan terus berperan aktif, kritis namun konstruktif, menyelaraskan langkah dengan arah kebijakan pembangunan nasional dengan tetap berpegang pada nilai?nilai keadilan dan kemajuan bersama. (red)